Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan Tubuh

1
1246

Manfaat bawang putih – Di zaman yang sudah modern ini, pemanfaatan dan penggunaan obat – obatan tradisional semakin gencar dilakukan. Bahkan para scientist sekarang sudah melakukan berbagai penelitian untuk menemukan berbagai produk yang ramah lingkungan serta dapat diperoleh secara langsung di alam. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai “Manfaat bawang Putih untuk kesehatan”.

Salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional adalah bawang putih. Bawang putih merupakan bahan alam yang pemanfaatannya sudah sangat luas di berbagai negara. Budidaya bawang putih mudah dan telah dilakukan diberbagai daerah serta menjadi komoditas perdagangan yang menguntungkan secara ekonomi. Bawang putih adalah nama tanaman dari genus Allium, sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Bawang putih mampu memproduksi minyak atsiri yang bisa diperoleh dari proses penyulingan. Di masyarakat luas, minyak atsiri bawang putih telah dikenal mengandung beberapa komponen yang bisa dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. Salah satu sifat dari minyak atsiri bawang putih adalah bersifat antibakteri dan antiseptik. Diantara beberapa komponen bioaktif yang terdapat pada bawang putih, senyawa sulfida adalah senyawa yang paling banyak jumlahnya.

garlic-oil---minyak-sari-bawang-putih indonesia
Minyak bawang putih manfaat minyak bawang putih

Untuk lebih jelasnya mengenai Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan, perhatikan uraian berikut ini:

  1. Mencegah dan Mengobati penyakit Diabetes Melitus (DM)

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit fisiologis berupa perubahan homeostasis glukosa yang menyebabkan kadar glukosa plasma darah di atas normal. Kondisi ini sering disebut hiperglikemik. Banyak penelitian telah sampai pada isolasi senyawa aktif tumbuhan yang mampu memberikan efek hipoglikemik atau anti-diabetes, termasuk diantaranya umbi bawang putih. Efek hipoglikemik umbi bawang putih telah dibuktikan secara in vivo. Salah satu penelitian yang telah dilakukan dengan cara mengisolasi allisin dan diberikan pada tikus diabetes, karena diketahui allisin mampu menurunkan kadar glukosa darah, hasilnya menunujukkan kadar glukosa darah pada tikus tersebut semakin hari semakin berkurang. Senyawa yang berperan telah diketahui yakni allisin dan alliin. Kemungkinan masih terdapat senyawa lain yang juga mampu menurunkan kadar glukosa darah pada diabetes mellitus2.

  1. Mencegah penyakit Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Hipertensi merupakan salah satu bentuk penyakit kardiovaskuler. Penyakit ini dicirikan tekanan darah penderita yang mengalami kenaikan hingga di atas normal. Tekanan normal untuk manusia adalah sistolik di bawah 140 mm Hg dan diastolik 90 mm Hg. Gaya hidup dan pola makan merupakan faktor utama yang berperan sebagai pemicu hipertensi. Oleh karena itu, untuk pengobatan dan pencegahan adalah perbaikan gaya hidup dan pola makan. Pada sebuah penelitian tentang efek hipotensif (penuruan tekanan darah) dari ekstrak umbi bawang putih dilakukan dengan ekstrak umbi bawang putih sebanyak 2,4 g/individu/hari mampu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Penurunan tekanan darah muncul 5 – 14 jam setelah perlakuan. Ekstrak tersebut mengandung allisin 1,3%. Efek samping pada penelitian ini setelah perlakuan tidak ditemukan. Penelitian juga menunjukkan bahwa pemanfaatan umbi bawang putih dalam bumbu masakan dapat menekan peluang terkena hipertensi. Rata-rata konsumsi umbi bawang putih 134 gram per bulan dianjurkan untuk mencegah hipertensi.

Advertisment

Nah, adapun cara penggunaan bawang putih untuk penyakit hipertensi yaitu:

  1. Siapkan 3 siung bawang putih
  2. Tumbuk halus bahan dan peras dengan air secukupnya
  3. Saring dan minum air perasannya secara teratur setiap hari
  4. Atau bisa juga dengan menyiapkan 2 siung bawang putih
  5. Kemudian panggang bawang putih diatas api, makan setiap pagi selama 7 hari.

Selamat mencoba!!

 3. Sebagai Antioksidan yang Baik bagi Tubuh

Oksidasi DNA, protein, dan lemak oleh oksigen reaktif merupakan faktor utama kasus penuaan dini, penyakit kardiovaskuler, kanker, neurodegenerasi dan inflamasi. Untuk mencegah proses oksidasi, maka digunakan senyawa yang biasa kita sebut sebagai senyawa anti-oksidan. Dari berbagai penelitian in vitro, ekstrak umbi bawang putih diketahui memilki aktivitas anti-oksidatif, antara lain peningkatan enzim protektif pada sel endotel pembuluh darah, peningkatan sitoproteksi terhadap radikal bebas dan senyawa asing, penghambatan peroksidasi pada lemak jantung, hati, dan ginjal, serta penghambatan mutagenesis DNA.

Allisin merupakan anti-oksidan utama dalam umbi bawang putih. Senyawa ini mampu menekan produksi nitrat oksida (NO). Dan hebatnya lagi, radikal bebas yang terdapat dalam rokok juga dapat dihambat aktivitasnya oleh ekstrak umbi bawang putih ini. Mantap bukan?!

 4. Mengurangi Kolestrol dalam Darah

Bawang putih penting dalam terapi penyakit kardiovaskuler. Allisin dan adrenosin merupakan kandungan anti-trombosit paling penting dalam bawang putih. Bawang putih mengandung dithiin dan ajoene yang dapat menurunkan kecepatan pembekuan darah karena bersifat anti-koagulasi. Hal ini secara langsung dapat mengurangi resiko strok dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Suatu keadaan dimana kadar lemak dalam darah mengalami kenaikan melebihi batas normal disebut hiperlipidaemia (kolesterol tinggi). Penelitian yang menguji khasiat umbi bawang putih untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah telah dilakukan pada manusia. Dari berbagai penelitian tersebut, diketahui pemberian ekstrak umbi bawang putih dengan kandungan 10 mg alliin dapat menurunkan kadar kolesterol total serum antara 10 – 12%. Ada pula senyawa SAC, SPC, dan SEC pada konsentrasi 2 – 4 mmol/liter mampu menghambat kecepatan sintesis kolesterol antara 40–60%.

 5. Mencegah Terjadinya Atherosklerosis

Atherosklerosis merupakan penyempitan pembuluh darah karena lemak. Oleh karena itu, hubungan atherosklerosis dengan fungsi metabolisme lemak sangat erat. Kelainan metabolisme lemak, seperti hiperlipidaemia (kolestrol tinggi), dapat mempertinggi peluang terjadinya atherosklerosis. Jadi, penyakit atherosklerosis ini berhubungan erat dengan kolestrol. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa ekstrak umbi bawang putih dapat mengurangi resiko terjadinya atherosklerosis.

 6. Anti Mikroba

Umbi bawang putih berpotensi sebagai agen anti-mikroba. Kemampuannya menghambat pertumbuhan mikroba sangat luas, mencakup virus, bakteri, protozoa, dan jamur. Ajoene, yang terdapat dalam ekstrak bawang putih, mempunyai aktivitas anti-virus paling tinggi dibandingkan senyawa lain. Bukan hanya itu, ajoene juga menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif dan positif, serta khamir.

 7. Mencegah terkena Kanker

Kanker adalah sekumpulan sel yang pertumbuhannya tidak terkendali dan tidak terorganisasi dengan baik. Di dalam tubuh, sel kanker akan membentuk tumor. Perubahan sel normal menjadi sel kanker disebut karsinogenesis, yang diawali dengan inisiasi kerusakan DNA sampai akhirnya penyebaran sel kanker ke berbagai jaringan tubuh. Bawang putih dapat mencegah terjadinya kanker lambung dan usus secara signifikan. Orang yang mengkonsumsi bawang putih secara teratur mengurangi resiko terkena kanker saluran pencernaaan. Bawang putih dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh. Secara umum, aktivitas anti-kanker umbi bawang putih terjadi melalui dua jalur dasar, yaitu: apoptosis yang menyebabkan kematian sel dan anti-proliferasi yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan sel kanker. Senyawa organosulfur dan selenium dalam umbi bawang putih mampu mengikat senyawa karsinogen.

 8. Mencegah dan Mengobati Flu

Salah satu manfaat bawang putih yaitu dapat menjadi anti-oksidan serta anti-bakteri bagi tubuh. Nah, karena kandungan senyawa anti-oksidan dan anti-mikroba di dalamnya maka tumbuhan ini juga dapat mencegah dan mengobati flu. Jika ha ini terjadi maka cobalah resep di bawah ini:

  1. Ambil bawang putih secukupnya
  2. Iris halus atau cincang
  3. Kemudian masukkan kedalam sebuah wadah lalu di berikan air panas
  4. Saring hasil seduhan bawang putih tadi
  5. Teh bawang putih siap disajikan. Mudah kan?
  6. Dapat juga ditambahkan sedikit madu untuk menambah rasa.

Segala sesuatu yang digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai akibat, begitu pun juga dalam mengonsumsi tanaman obat yang satu ini. Keluhan yang paling sering ditemukan adalah bau mulut dan bau keringat. Selain itu, efek lain yang berhubungan dengan konsumsi bawang putih, antara lain: diare, penurunan protein serum dan kalsium, anemia, merangsang kontraksi uterus sehingga dapat terjadi aborsi pada perempuan hamil, serta penggunaan pada perempuan yang menyusui akan mempengaruhi bau air susu ibu1. Kemudian, konsumsi bawang putih mentah dalam jumlah yang berlebihan, terutama saat perut kosong, dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal, flatulensi, dan perubahan pada flora usus. Tapi anda tak usah khawatir karena manfaat yang diperoleh jauh lebih banyak dibandingkan dampak negatifnya apabila kita mengonsumsi secukupnya saja.

NB: Umbi bawang putih aman untuk dikonsumsi manusia pada takaran normal, yakni kurang dari 3 umbi/hari. Pada takaran tersebut, oksisitas dan efek samping konsumsi umbi bawang putih belum ada.

Referensii:

1. Priskila, M., 2008. Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih Allium Sativum, Linn. Terhadap Penurunan Rasio Antara Kolesterol Total dengan Kolesterol HDL pada Tikus Putih Rattus Norvegicus

2. Hernawan U. E. & Ahmad D. S., 2003. Senyawa Organosulfur Bawang Putih Allium sativum L. dan Aktivitas Biologinya. Jurnal Biofarmasi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here